Tampilkan postingan dengan label puisi reba manggrai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi reba manggrai. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 21, 2015

PUISI-KEMBALI BIMBANG-ENGEL ELVENT


KEMBALI BIMBANG
‪#‎ENGELELVENT‬
yang sekarang, hidup ini bagai kepingan, 
yang terasing di lautan, 
yang membujuk diri menjadi bahagia,
yang merengkuh keinginan sejati kita

kini hanya bersahaja lewt tirai kelam,
yang sujud merengut kehambaannya,
pudar akan makna yang berkiasan frontal,
memuja takdir keangkuhan antara kita.

REBA MANGGARAI

Selasa, November 12, 2013

puisi ceritaku

CERITAKU

Kini usiaku bertambah
Sekejap cerita berubah
Meerumbuh takdir dalam kisah
Mengais kedewasaan dalm usia.

Bayangan ilusi terukir
Membuka nalar kepsastian
Tapak dan terjal berlalu
Jadi masa lalu.

Sejuta kenangan kemarin menata, dalam memoriku
Sejuta kenangan baru
Kini merajut dan bercumbu

#d'ampas elvent


REBA MANGGARAI

Senin, November 11, 2013

PUISI NASIB VETERAN

 NASIB VETERAN


politik penuh intrik,
rima terus menggelitik,,
nasib veteran tersisi dari mata pemerintah,
indonesia runtuh seturut lukanya,,
rebahlah negeriku,
mengampas dari cerita pejuang
duka cita 45 tak membentang,
dalam syair INDONESIA RAYA,
kepak GARUDA tersamar dalam pusara kegelapan,

indonesiaku kaku menerobos citra dan jasa pahlawan

indonesia ew,



REBA MANGGARAI

Jumat, November 01, 2013

PUISI SAKIT

 SAKIT

resah kini mengawal
sepotong hati kini terengut
dalam kelam cinta bertabir
meramu dalam rangkulan maut
meresah dalam jiwa lemah
  aku terlepas dalam kebahagian
  mendengar cerita dari sahabat
  aku terjatuh dalam pelukan cinta
  yang kini menjadi ampas
aku berpaling dari semuanya itu
tapi aku terkekang dalam lilitan
kemana aku harus mencari?
hanya ratapan terdengar


REBA MANGGARAI

Rabu, Oktober 30, 2013

catatan pagi ini

 Menanti terdiam dlam bisux waktu,,
Terlelap dalam buihan mimpi, menjajak masa depan berawal dari mimpi.
embun menetes menghapus daHaga,
Secercah sinar menyusp dinding berlobang,,
Memberi tanda untukku,,,

Mat pagi


REBA MANGGARAI

PUISI THANKS GOD




THANKS GOD
Resah, menyatu dalam rimbaku
Terkubur dalam jiwa yang kelam
Seakan menyatu dengan rayapan maut
Terhempas mengekang dalam buih ajal
Aku tak mampu meretas rimamu
……..
Aku berlari pada terang
Yang telah mengufuk dalam kalbuku
Aku Meminta pengakuan akan bait itu
Seuntai doa pun berlabuh akan diri-Nya
…..Semoga…
Sepenggal doa kini menyambut hikmah
Keruntuhan jiwa terhanyut
Aku pun Bersujud menyembah di hadapan mesbah suci-Nya
 menghapus kelamnya hidup

Aku berterima kasih akan diri-nya
Mendapat jawaban-Nya dalam mimpi
Jiwaku semakin tenang
seumpama angin semilir dalam dalam lembah.
Menatap masa  depan dengan kepastian
Dalam rangkulan sang ILAHI


REBA MANGGARAI

POEM LUKISAN PAGI



LUKISAN PAGI
Tanpa warna hanya buram,
Pekat  kabut bermentari,
Pagi buta beribu senyum,
Dibuai mimpi patah berganti,
Ujung senja menanti terdiam
Anggrek gugur,embun tak menetes,
Pagi tak mengerti sepinya waktu,
Rumput bertanya tiada pasti.






REBA MANGGARAI

puisi dirimu sahabat





DIRIMU SAHABAT
Kamarku sunyi tak berpenghuni
Selama aku meninggalkannya
Kerinduan, aku kembali pada kehangatanya
Aku berbaring menutupi sepi.

Kamarku sepi tak berujunng,
Aku menyendiri menepis kehampaan hati,
Alunan musik menemani  kehampaan dan kesunyian kamarku,
Sepertinya aku menyatu dalam setiap irama musik itu.
Kamarku menangis menelan derita dalam asap yang mengepul
Dalam abu yang menyebar .
….
Kamarku kesunyianmu adalah sebagian jiwaku terbagi akan duniamu,
Di malam engkau selalu menitip sejuta
Aku sadar kamu sahabat sejati
Maafkan aku yang selalu berpalu dan berpaling darimu.

OLEH: ENGEL_ELVENT.